Terapi Narapidana dengan Proses Asimilasi

Dalam Surat An Nisa’ 65,

”Maka demi Robbmu, mereka (pada hakikatnya) tidak beriman hingga mereka menjadikan kamu hakim terhadap perkara yang mereka perselisihkan, lalu mereka tidak merasa dalam hati mereka sesuatu keberatan terhadap putusan yang diberikan, dan mereka beriman dengan sepenuhnya”.

 

Dalam KEPUTUSAN MENTERI KEHAKIMAN REPUBLIK INDONESIANOMOR :M.01-PK.04.10 TAHUN 1999 TENTANG ASIMILASI, PEMBEBASAN BERSYARATDAN CUTI MENJELANG BEBAS

Dalam Keputusan ini yang dimaksud dengan Asimilasi adalah proses pembinaan Narapidana dan Anak Didik pemasyarakatanyang dilaksanakan dengan membaurkan Narapidana dan Anak Didik Pemasyarakatan di dalam kehidupan masyarakat.

Tentunya dalam proses ini tetap ada pengawasan ekstra dari pihak lembaga tahanan guna mencegah terjadinya penyimpangan pelaksanaan asimilasi dan termasuk didalamnya pelaporan dan evaluasi.

Proses asimilasi ini dapat diberikan kepada narapidana dengan pemenuhan syarat substantif dan administratif.

Tertuang dalam Pasal 7 ayat 2 (Persyaratan substantif) dan pasal 8 (Persyaratan administratif) pada BAB IISYARAT-SYARAT

Persyaratan substantif yang harus dipenuhi Narapidana dan Anak Pidana adalah:
a.telah menunjukan kesadaran dan penyesalan atas kesalahan yangmenyebabkan dijatuhi pidana;
b.telah menunjukan perkembangan budi pekerti dan moral yang positif;
c.berhasil mengikuti program kegiatan pembinaan dengan tekun danbersemangat;
d.masyarakat telah dapat menerima program kegiatan pembinaannarapidana yang bersangkutan;
e.selama menjalankan pidana, Narapidana atau Anak Pidana tidak pernahmendapat hukuman disiplin sekurang kurangnya dalam waktu 9(sembilan) bulan terakhir.
f.masa pidana yang telah dijalani:
1)untuk asimilasi, narapidana telah menjalani 1/2 (setengah) darimasa pidana, setelah dikurangi masa tahanan dan remisi, dihitungsejak putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap.
2)untuk pembebasan bersyarat, narapidana telah.menjalani 2/3(duapertiga) dari masa pidananya, setelah dikurangi masa tahanandan remisi dihitung sejak tanggal putusan pengadilan memperolehkekuatan hukum tetap dengan ketentuan 2/3 (duapertiga) tersebuttidak kurang dari 9 (sembilan) bulan.
3)untuk cuti menjelang bebas narapidana telah menjalani 2/3(duapertiga) dari masa pidananya. setelah dikurangi masa tahanandan remisi, dihitung sejak putusan pengadilan memperolehkekuatan hukum tetap dan jangka waktu cuti sama dengan remisiterakhir, paling lama 6 (enam) bulan.
Persyaratan administratif yang harus dipenuhi bagi Narapidana atau Anak DidikPemasyarakatan adalah:
a.salinan putusan pengadilan (ekstrak vania);
b.surat keterangan asli dari Kejaksaan bahwa narapidana yang bersangkutan tidakmempunyai perkara atau tersangkut dengan tindak pidana lainnya;
c.laporan penelitian kemasyarakatan (Litmas) dari BAPAS tentang pihak keluargayang akan menerima narapidana, keadaan masyarakat sekitarnya dan pihak lainyang ada hubungannya dengan narapidana;
d.salinan (Daftar Huruf F) daftar yang memuat tentang pelanggaran tata tertib yangdilakukan narapidana selama menjalankan masa pidana dari Kepala LembagaPemasyarakatan (Kepala LAPAS);
e.salinan daftar perubahan atau pengurangan masa pidana, seperti grasi, remisidan lain-lain, dari Kepala LAPAS;
f.Surat pernyataan kesanggupan dari pihak yang akan menerima narapidana,seperti pihak keluarga, sekolah, instansi Pemerintah atau Swasta, dengandiketahui oleh Pemerintah Daerah setempat serendah-rendahnya lurah ataukepala desa;
g.Surat keterangan kesehatan dari psikolog, atau dari dokter bahwa narapidana sehat baik jasmani maupun jiwanya, dan apabila di LAPAS tidak ada psikolog dan dokter, maka surat keterangan dapat dimintakan kepada dokter Puskesmas atau Rumah Sakit Umum.
h.bagi Narapidana atau Anak Pidana Warga Negara Asing diperlukan syarat tambahan :
1)surat keterangan sanggup menjamin Kedutaan Besar/Konsulat negaraorang asing yang bersangkutan;
2)Surat rekomendasi dari Kepala Kantor Imigrasi setempat
Dalam menjalani proses hukum seluruh narapidana dipantau dan dinilai kemajuan akhlak dan perilakunya. Bila sesuai dengan aturan dan kaidah yang ada, tidak ada yang buruk dari perjalanan seorang Narapidana diLAPAS. Semua kegiatan yang ada mendukung perbaikan moral dan akhlak yang sempat rusak karna nafsu amarah sebagai manusia.
Wallahu a’lam bishawaab

Penciptaan Manusia

Dalam surah-surahnya, Allah menjelaskan secara gamblang bagaimana proses seorang manusia dihadirkan kedunia ini..

Seiring berkembangnya ilmu, Ilmu Kedokteran mengkaji secara khusus proses demi proses. Dari pembuahan (fertilisasi), sampai perkembangan sel,jaringan bahkan organ demi organ.

Tim Bantuan Medis

TBM USMR..

UIN Syahid Medical rescue (USMR)

Alhamdulillah…TBM kami FK UIN Syarif Hidayatullah mulai konsen kembali mengembangkan sayapnya kebidang pemenuhan jasa medis. Kami mencoba membantu kerabat sekitar kami dalam pemenuhan divisi medis pd tiap-tiap kegiatan ekstra maupun intra kampus.

Bisa dijadikan ajang mengasah skill klinis dasar, memperluas network dan yang gak kalah penting memakmurkan uang kas organisasi… ^_^ Nah kegatan yg ada difoto ini adalah kegiatan Nasional jambore kewirausahaan SMA ederajat yg diadakan oleh kementrian perekonomian. Menteri perekonomian jg hadir loh memberikan motivasi kepada para peserta agar lebih berwirausaha dibanding menjadi pegawai.

Diselenggarakan diBuPer Cibubur, sdh pada tau dong tempat yg terkenal dgn angkernya. Lumayan relevan lah dgn 2-3 kasus kesurupan atau dlm medis disebut gangguan trance dan membuat kami sbg calon dokter muslim berpikir “apakah kita butuh materi keterampilan ruqyah?”

yupppp…Alhamdulillah lancar, lucu dan seruuuuu….

korean drama “city hunter”

coment pribadi : baru kali ini nonton film asia yang high tech dan diwarnai kisah khas romantic khas asia…” ^__^

Dan tema ceritanya tu politik bngt, Indonesia bisa gk bikin film kayak gni ya.?? menggambarkan kehidupan para pejabat dan aparat negara.

  • Title: 시티헌터 / Sitihunteo
  • Genre: Action, suspense, romance
  • Episodes: 20
  • Broadcast network: SBS
  • Broadcast period: 2011-May-25 to 2011-Jul-28

Tokoh utamanya nie :

Sinopsis

Berawal  pada tahun 1983 ketika sebuah bom meledak saat Presiden Korea Selatan dan delegasi yang sedang mengunjungi Myanmar. Ledakan itu menewaskan beberapa pejabat tinggi tetapi tidak presiden. Untuk membalas, 5 pejabat tinggi Korea Selatan yang direncanakan untuk operasi bawah tanah untuk pergi ke Korea Utara dan membunuh agen-agen Korea Utara. tanpa izin dari Presiden Korea Selatan , Lee Jin-Pyo (Kim Sang-joong) dan Park Moo-yul (Park Sang-min) yang bekerja sebagai pengawal untuk Blue House, mengorganisir pasukan 20-orang-orang yang akan mengeksekusi rencana. Selama eksekusi rencana itu, 5 perwira tinggi berubah pikiran dan rencana dibatalkan.
Sebagai pasukan berenang ke kapal selam, yang akan membawa mereka kembali ke Korea Selatan, seorang penembak jitu keluar dari kapal selam dan mulai menembak setiap anggota pasukan. Dengan Lee Jin-Pyo sebagai satunya yang selamat dari serangan itu, ia berenang kembali ke pantai Korea Selatan.
Dengan janji untuk rekan-rekannya yang gugur dan teman terbaiknya Park Moo-yul, dia mengambil anak Moo-yul dan membawanya bersamanya ke pegunungan Thailand. Di sana, ia mengajar anak dengan keterampilan tempur untuk menjadi seorang prajurit terlatih dan berbisnis bahan-bahan narkotika.
Setelah serangan terhadap desa mereka, Lee Jin-pyo mengaku anak, Lee Yoon-sung (Lee Min-ho), tentang tujuan jangka panjang nya. 7 tahun setelah pengakuan, dengan rencana utama untuk membalas dendam, Lee Yoon-sung datang kembali ke Korea Selatan dan memasuki Blue House (istana presiden) sebagai ahli IT di bawah Tim Jaringan Komunikasi Nasional. Diperingatkan untuk tidak jatuh cinta, Lee Yoon-sung akan bertemu pengawal Blue House, Kim Na-na (Park Min-young). Kemudian konflik hati antara cinta dan balas dendam dimulai.

Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Inisiasi Menyusu Dini adalah proses membiarkan bayi menyusu sendiri segera setelah melahirkan. Hal ini merupakan kodrat dan anugrah dari Tuhan yang sudah disusun untuk kita. Melakukannya juga tidak sulit, hanya membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua jam.(6)

Proses Inisiasi Menyusu Dini (6):

1)      Sesaat setelah lahiran sehabis ari-ari dipotong, bayi langsung diletakan di dada si ibu tanpa membersihkan si bayi kecuali tangannya, kulit bertemu kulit. Ternyata suhu badan ibu yang habis melahirkan 1 derajat lebih tinggi. Berdasarkan hasil penelitian Dr.Niels Briegman (2005), suhu dada ibu yang melahirkan lebih panas 1° C lebih panas daripada suhu dada ibu yang tidak melahirkan. Jika si bayi itu kedinginan, otomatis suhu badan si ibu jadi naik 2°, dan jika si bayi kepanasan, suhu badan ibu akan turun 1°. (2) Jadi Tuhan sudah mengatur bahwa si ibu yang akan membawa si bayi beradaptasi dengan kehidupan barunya. Setelah diletakkan di dada si ibu, biasanya si bayi hanya akan diam selama 20-30 menit, dan ternyata hal ini terjadi karena si bayi sedang menetralisir keadaannya setelah trauma melahirkan.

2)      Setelah si bayi merasa lebih tenang, maka secara otomatis kaki si bayi akan mulai bergerak-gerak seperti hendak merangkak. Ternyata gerakan ini pun bukanlah gerakan tanpa makna karena ternyata kaki si bayi itu pasti hanya akan menginjak-injak perut ibunya di atas rahim. Gerakan ini bertujuan untuk menghentikan pendarahan si ibu. Lama dari proses ini tergantung dari si bayi.

3)      Setelah melakukan gerakan kaki tersebut, bayi akan melanjutkan dengan mencium tangannya, ternyata bau tangan si bayi sama dengan bau air ketuban. Dan juga ternyata wilayah sekitar puting si ibu itu juga memiliki bau yang sama, jadi dengan mencium bau tangannya, si bayi membantu untuk mengarahkan kemana dia akan bergerak. Dia akan mulai bergerak mendekati puting ibu. Ketika sudah mendekati puting si ibu, si bayi itu akan menjilat-jilat dada si ibu. Ternyata jilatan ini berfungsi untuk membersihkan dada si ibu dari bakteri-bakteri jahat dan begitu masuk ke tubuh si bayi akan diubah menjadi bakteri yang baik dalam tubuhnya. Lamanya kegiatan ini juga tergantung dari si bayi karena hanya si bayi yang tahu seberapa banyak dia harus membersihkan dada si ibu.

4)      Setelah itu, si bayi akan mulai meremas-remas puting susu si ibu, yang bertujuan untuk merangsang supaya Air Susu Ibu (ASI) segera berproduksi dan bisa keluar. Lamanya kegiatan ini juga tergantung dari si bayi itu.

5)       Terakhir baru mulailah si bayi itu menyusu.

Manfaat Inisiasi Menyusu Dini (8)

  • Anak yang dapat menyusu dini dapat mudah sekali menyusu kemudian, sehingga kegagalan menyusui ASI akan jauh sekali berkurang.(3) ASI adalah cairan kehidupan, yang selain mengandung makanan juga mengandung penyerap. Susu formula tak diberi enzim sehingga penyerapannya tergantung enzim di usus anak. Sehingga ASI tidak ‘merebut’ enzim anak, yang sering dikeluhkan ibu-ibu adalah suplai ASI yang kurang, padahal ASI diproduksi berdasarkan demand (permintaan si bayi tersebut). Jika diambil banyak, akan diberikan banyak. Sedangkan bayi yang diberikan susu formula perlu waktu satu minggu untuk mengeluarkan zat yang tidak dibutuhkannya. Komposisi ASI juga disesuaikan dengan kebutuhan tumbuh kembang sesuai waktunya. (2)

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, Yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. dan kewajiban ayah memberi Makan dan pakaian kepada Para ibu dengan cara ma’ruf…” (QS.- : 233)

  • Bayi mendapatkan ASI kolostrum – merupakan cairan ASI yang pertama kali diekskresi oleh kelenjar payudara, mengandung antibodi, mineral, protein (globulin) dan vitamin terlarut air lebih banyak dari ASI yang matur.(9) Kolostrum, ASI istimewa yang kaya akan daya tahan tubuh, penting untuk ketahanan tehadap infeksi, penting untuk pertumbuhan usus, bahkan kelangsungan hidup bayi. Kolostrum akan membuat lapisan yang melindungi dinding usus bayi yang masih belum matang sekaligus mematangkan dinding usus ini. (2)
  • Inisiasi Menyusu Dini dipercaya akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh si bayi terhadap penyakit-penyakit yang berisiko kematian tinggi. Misalnya kanker syaraf, leukimia, dan beberapa penyakit lainnya. Menurut data terbaru WHO, 22 %  kematian bayi yang baru lahir – yaitu kematian bayi yang terjadi dalam satu bulan pertama – dapat dicegah bila bayi disusui oleh ibunya dalam satu jam pertama kelahiran.(7) Di negara berkembang sendiri, inisiasi menyusu dini dapat mengurangi 1.45 juta jiwa meninggal setiap tahunnya yang sebagian besar disebabkan oleh kerusakan diarrhoeal dan infeksi saluran pernafasan bawah pada bayi.(6)
  • Hentakan kepala bayi ke dada ibu, sentuhan tangan bayi di putting susu dan sekitarnya, isapan dan jilatan bayi merangsang pelepasan hormon oksitosin. Hormon ini dapat membantu kontraksi rahim sehingga membantu pengeluaran plasenta dan membantu mengendalikan perdarahan ibu, merangsang produksi hormon lain yang membuat ibu relaks dan bahagia, juga merangsang pegaliran ASI dari payudara.(2)

Faktor penghambat yang mempengaruhi pelaksanaan praktek Inisiasi Menyusu Dini (2)

  • Kesiapan ibu sehabis melahirkan, biasanya merasa terlalu lelah ataupun merasa khawatir dengan proses penjahitan.
  • Tenaga medis yang kurang mendukung pelaksanaan, karena kurang tersedianya Sumber Daya Manusia atau kamar operasi maupun kamar bersalin yang sibuk.
  • Pemikiran ibu yang merasa kasihan kepada bayinya, khawatir bayi kedinginan atau bayi tidak siaga (alert).
  • Pengetahuan ibu, bahwa bayi yang baru dilahirkan harus segera dibersihkan, dimandikan, ditimbang, diukur juga pemberian vitamin K dan tetes mata (mencegah penyakit gonorrhea).
  • Kurangnya pengetahuan ibu bahwa membiarkan bayi menyusu sendiri segera setelah kelahiran sangat bermanfaat, salah satunya mengenai manfaat dan jumlah pengeluaran kolostrum.

daftar pustaka:

2)             Roesli Utami  Inisiasi Menyusu Dini.Jakarta:Pustaka Bunda. 2008.

3)             Early initiation and exclusive breastfeeding.

http://www.who.int/gho/child_health/prevention/breastfeeding_text/en/index.html, diunduh 29 Mei 2011

4)             Better breastfeeding, healthier lives. Population Reports Series L No.14, Baltimore; MD,USA http://www.infoforhealth.org/pr/l14/webtables, diunduh pada  9 Feb 2010.

5)             Statistics Indonesia (Badan Pusat Statistik-BPS) and Macro International. Indonesia Demographic and Health Survey 2007. Calverton, Maryland, USA: BPS and Macro International, 2008

Badan Pusat Statistik-Statistics Indonesia (BPS) and ORC Macro. Indonesia Demographic and Health Survey 2002-2003. Calverton, Maryland, USA: BPS and ORC Macro, 2003.

http://www.who.int/nutrition/databases/infantfeeding/countries/idn.pdf, diuduh pada 29 Mei 2011

6)             Inisiasi menyusu dini, manfaatnya seumur hidup; Surabaya: Dinas Kesehatan.2008; diakses di http://www.surabaya-ehealth.org/artikel kesehatan, diunduh pada 6 Feb 2010.

7)             Edmond KM, Zandoh C, Quigley MA, Amenga-Etego S, Owusu-Agyei S, Kirkwood BR. Delayed breastfeeding initiation increases risk of neonatal mortality. Pediatrics, 2006;117(3):e380-6.

8)             Arun Gupta, MD, FIAP. Initiating breastfeeding within one hour of birth: A scientific brief.http://www.ibfanasia.org/Article/Initiating_breastfeeding_within_one_hour.pdf . diunduh pada 29 Mei 2011

9)             Soetjiningsih; ASI petunjuk untuk tenaga kesehatan; Jakarta:EGC;1997

Hello world!

Welcome to WordPress.com. After you read this, you should delete and write your own post, with a new title above. Or hit Add New on the left (of the admin dashboard) to start a fresh post.

Here are some suggestions for your first post.

  1. You can find new ideas for what to blog about by reading the Daily Post.
  2. Add PressThis to your browser. It creates a new blog post for you about any interesting  page you read on the web.
  3. Make some changes to this page, and then hit preview on the right. You can always preview any post or edit it before you share it to the world.